Loading Events

« All Events

  • This event has passed.

Dari Pemberitaan ke Aksi Nyata: Bagaimana Membuat Liputan Lingkungan Lebih Berdampak

April 12 @ 1:45 pm3:00 pm

Liputan terkait isu lingkungan hidup di Indonesia menghadapi tantangan berlapis. Sebagian besar media arus utama berpusat di Jakarta, sementara banyak persoalan lingkungan justru terjadi jauh dari pusat perhatian: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Kondisi ini membuat peliputan membutuhkan waktu, biaya, dan energi lebih besar.

 

Di sisi lain, isu lingkungan kerap menuntut kerja jurnalistik yang tidak sederhana seperti riset panjang, verifikasi data, serta kesiapan menghadapi risiko keselamatan di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, tidak banyak media yang mampu meliput isu lingkungan secara mendalam dan utuh dan relevan. Karena itu, peran CSO, aktivis, dan akademisi sering menjadi penopang penting, baik untuk membantu pembacaan data maupun memahami konteks masalah yang kompleks.

 

Namun tantangan media dalam memberitakan isu lingkungan tidak berhenti ketika berita terbit. Sebab, isu lingkungan sering dianggap kurang “seksi” dibanding persoalan politik atau isu viral harian. Akibatnya, banyak liputan lingkungan berhenti di tahap publikasi dan tidak berlanjut menjadi percakapan publik, tidak memicu tindak lanjut kebijakan, dan tidak mendorong perubahan nyata, terutama untuk isu-isu yang bersifat lokal tapi  seperti dampak tambang nikel di Sulawesi, deforestasi di Papua, atau kerusakan terumbu karang akibat aktivitas tongkang batu bara.

 

Padahal, pengalaman global menunjukkan bahwa peliputan isu lingkungan, termasuk yang menggunakan metode investigas, bisa diukur dampaknya. Global Investigative Journalism Network (GIJN) mencatat setidaknya empat indikator dampak liputan: perubahan nyata di lapangan, amplifikasi oleh media lain, keterlibatan audiens, dan pengaruh terhadap debat publik. Dalam isu lingkungan, dampak dapat terlihat ketika liputan berujung pencabutan izin, penghentian aktivitas yang merusak lingkungan, hingga proses hukum terhadap praktik kejahatan terhadap lingkungan.

 

Talkshow ini dirancang untuk menggali pengalaman media dalam hal sejauh mana liputan lingkungan yang mereka hasilkan berdampak pada subjek berita, publik, dan kebijakan.

 

Narasumber:

Heychael, Peneliti Remotivi
Intan Febriani, Pulitzer Center
Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia (dalam konfirmasi)
Dr. Ketut Wica Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Prov. Bali, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali  (dalam konfirmasi)

 

Tautan Registrasi

Details

  • Date: April 12
  • Time:
    1:45 pm – 3:00 pm
  • Event Category:

Organizer

  • IESR

Venue

  • Studio Tari Tradisi