Loading Events

« All Events

  • This event has passed.

Babak Belur Industri Media: Masihkah Jurnalisme Dibutuhkan

April 12 @ 10:00 am11:30 pm

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara radikal cara informasi diproduksi dan didistribusikan. Platform media sosial memungkinkan siapapun membuat dan menyebarkan informasi secara instan kepada publik. Di satu sisi, situasi ini memperluas partisipasi publik dalam ekosistem informasi. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi yang tidak selalu terverifikasi memunculkan pertanyaan mendasar: masihkah kerja jurnalistik relevan di tengah banjir informasi yang diproduksi oleh semua orang?

Talkshow ini berangkat dari kebutuhan untuk menegaskan kembali peran jurnalisme sebagai praktik profesional yang bekerja dalam koridor etik, verifikasi, dan akuntabilitas publik. Berbeda dengan pembuat konten pada umumnya, wartawan menjalankan proses kerja yang menuntut kehadiran langsung di lapangan, menjangkau berbagai wilayah, bertemu dengan warga, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam suatu isu. Proses ini membutuhkan waktu, biaya, serta kapasitas profesional yang tidak sedikit, tetapi menjadi pondasi penting bagi produksi informasi yang dapat dipercaya.

Relevansi jurnalisme juga terletak pada seperangkat keahlian yang semakin kompleks. Selain peliputan langsung, jurnalis dituntut menguasai pengolahan data, penelusuran dokumen publik, hingga metode jurnalisme data dan open-source intelligence (OSINT). Kemampuan ini memungkinkan temuan lapangan dan data terbuka diolah menjadi laporan yang komprehensif, terverifikasi, dan memberi konteks yang lebih utuh bagi publik.

Namun kualitas dan independensi kerja jurnalistik tidak dapat dilepaskan dari keberlangsungan industri media itu sendiri. Saat ini, media menghadapi berbagai tekanan serius: disrupsi model bisnis, dominasi platform digital, ketergantungan pada belanja iklan, termasuk dari pemerintah dan BUMN, hingga munculnya kecerdasan buatan (AI) yang semakin mengubah ekosistem produksi informasi. Tantangan lain juga datang dari menjamurnya kreator konten dan fenomena homeless media, yang beroperasi di luar struktur redaksi dan standar etik jurnalistik.

Padahal, media yang sehat secara bisnis merupakan salah satu pondasi penting bagi kehidupan demokrasi. Pers yang independen berperan dalam memastikan transparansi, mengawasi kekuasaan, serta menyediakan informasi yang akurat bagi publik untuk mengambil keputusan.

Karena itu, diperlukan komitmen pemerintah untuk menghadirkan regulasi yang tidak hanya bersifat jangka pendek atau berbasis kerjasama iklan, melainkan mampu menciptakan iklim usaha media yang berkelanjutan sekaligus melindungi kebebasan pers. 

Melalui talkshow ini, para pembicara dari kalangan jurnalis, pelaku industri media, jurnalisme data, serta perwakilan pemerintah akan mendiskusikan kembali relevansi jurnalisme di era disrupsi informasi, serta merumuskan langkah bersama untuk menjaga keberlanjutan dan independensi pers di Indonesia.

 

Narasumber: Wahyu Dhyatmika (AMSI), Abdul Manan (Dewan Pers), Luviana Ariyanti (Konde)

 

Tautan Registrasi

Details

  • Date: April 12
  • Time:
    10:00 am – 11:30 pm
  • Event Category:

Venue

  • Teater Wahyu Sihombing

Organizer

  • AJI Jakarta