Loading Events

« All Events

  • This event has passed.

Ketergantungan Batubara dan Tantangan Transformasi Ekonomi Daerah

April 11 @ 12:30 pm1:45 pm

Dalam beberapa tahun terakhir, produksi batubara Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan bahkan mencetak rekor baru. Produksi mencapai sekitar 775,2 juta ton pada tahun 2023 dan meningkat menjadi sekitar 836 juta ton pada tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh relatif stabilnya harga batubara internasional serta tingginya permintaan ekspor dari negara-negara konsumen utama seperti Tiongkok dan India. Dengan lebih dari 60 persen produksi batubara Indonesia ditujukan untuk pasar ekspor, sektor ini menjadi salah satu penopang penting penerimaan negara sekaligus ekonomi daerah penghasil batubara (Kompas, 2025).

Namun, dinamika pasar global mulai menunjukkan perubahan sejak awal tahun 2025. Harga batubara internasional mengalami penurunan dan bahkan sempat berada di bawah 100 dolar Amerika Serikat per ton. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan negara konsumen utama seperti Tiongkok dan India yang meningkatkan produksi batubara domestik mereka untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Perubahan strategi energi negara-negara tersebut memberi tekanan terhadap negara pengekspor batubara, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, kebijakan pengurangan kuota produksi juga menimbulkan implikasi bagi negara-negara Asia yang selama ini sangat bergantung pada impor batubara dari Indonesia, seperti Filipina, Bangladesh, dan Vietnam. Penurunan pasokan dari Indonesia berpotensi menimbulkan tekanan pada harga dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi di negara-negara tersebut (Kontan, 2026). Meski demikian, dampak yang muncul tidak serta-merta berupa gangguan listrik secara langsung, melainkan lebih pada penyesuaian harga energi dan strategi pengadaan energi mereka.

Situasi ini sekaligus membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai masa depan ekonomi di daerah-daerah penghasil batubara di Indonesia. Ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor pertambangan membuat wilayah-wilayah tersebut rentan terhadap fluktuasi harga komoditas dan perubahan kebijakan energi global. Oleh karena itu, transformasi ekonomi menjadi isu penting agar daerah-daerah tersebut dapat mempersiapkan diri menghadapi perubahan struktur ekonomi di masa depan.

IESR menilai dinamika ini dapat menjadi momentum untuk mempercepat transisi energi di kawasan Asia maupun di Indonesia. Diversifikasi bauran energi, percepatan pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin, peningkatan efisiensi energi, serta penguatan sistem jaringan listrik dan penyimpanan energi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan energi. Ketergantungan pada satu sumber energi atau satu negara pemasok berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang.

Bagi Indonesia, khususnya daerah penghasil batubara, transformasi ekonomi tidak hanya terkait dengan pengurangan produksi komoditas, tetapi juga dengan bagaimana menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan. Pengembangan industri energi terbarukan, hilirisasi industri, penguatan sektor ekonomi lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari proses tersebut (IESR, 2023). 

Oleh karena itu, diskusi tematik mengenai transformasi ekonomi di daerah penghasil batubara menjadi sangat relevan untuk mendorong dialog antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat sipil. Diskusi ini diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan, peluang, serta strategi kebijakan yang diperlukan agar proses transformasi ekonomi dapat berjalan secara adil, berkelanjutan, dan mampu menjaga kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil batubara.

 

Narasumber:

Aryanto Nugroho (Koordinator Nasional Publish What You Pay (PWYP) Indonesia)

Suraya Abdul Wahab Affif (Dosen/Peneliti Senior, Departemen Antropologi, FISIP Universitas Indonesia)

Martha Jesica Solomasi Mendrofa (Manajer Riset Kebijakan dan Transisi Berkeadilan, IESR).

 

Moderator:

Dewi Nurita (AJI Jakarta)

 

Tautan Registrasi

Details

  • Date: April 11
  • Time:
    12:30 pm – 1:45 pm
  • Event Category:

Organizer

  • IESR

Venue

  • Studio Tari Tradisi