- This event has passed.
Lensa Terpinggirkan: Suara Jurnalis Perempuan dalam Krisis Iklim dan Kelompok Rentan

Krisis iklim bukan sekadar fenomena sains tentang kenaikan suhu bumi atau mencairnya es di kutub; ia adalah krisis kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlapis. Di tengah narasi besar mengenai kebijakan energi dan target karbon global, sering kali terdapat suara-suara yang terabaikan di akar rumput. Kelompok rentan—termasuk perempuan, masyarakat adat, penyandang disabilitas, dan anak-anak—adalah pihak yang paling pertama dan paling dalam merasakan dampak kerusakan lingkungan, namun ironisnya, suara mereka paling jarang muncul di halaman depan media massa.
Dalam praktiknya, jurnalis perempuan sering kali berada di garis depan dalam melaporkan dampak krisis lingkungan yang bersinggungan dengan isu-isu sosial. Mereka mendokumentasikan bagaimana hilangnya sumber daya alam mereduksi hak-hak dasar, mengancam kedaulatan pangan, hingga memicu konflik agraria yang berdampak pada struktur keluarga dan komunitas. Meski demikian, jurnalis yang meliput isu lingkungan di lapangan kerap menghadapi tantangan berlapis, mulai dari risiko keamanan fisik di wilayah konflik hingga hambatan struktural dalam ruang redaksi.
Selain itu, jurnalis perempuan yang meliput isu lingkungan juga menghadapi tantangan ganda: risiko keamanan di lapangan saat berhadapan dengan konflik agraria, serta beban domestik dan stigma yang masih melekat di industri media. Oleh karena itu, diperlukan sebuah ruang refleksi untuk mendiskusikan bagaimana jurnalisme dapat menjadi alat advokasi yang sensitif gender dan inklusif bagi kelompok marjinal.
Talkshow ini hadir sebagai bagian dari rangkaian acara Pesta Media AJI Jakarta 2026. Pesta Media kali ini mengambil peran aktif dalam mengarusutamakan isu lingkungan. Melalui diskusi ini, AJI Jakarta berkomitmen untuk memperkuat solidaritas antar-jurnalis, meningkatkan kualitas liputan lingkungan yang berdampak, serta memastikan bahwa kelompok rentan tidak lagi hanya menjadi objek berita, melainkan subjek yang suaranya didengar secara utuh.
Tujuan
- Berbagi pengalaman “di balik layar” jurnalis perempuan saat meliput isu lingkungan
- Mendorong narasi media yang lebih inklusif dan sensitif gender dalam isu lingkungan.
Narasumber
- Nany Afrida, Ketua AJI Indonesia
- Sapariah Saturi, Managing Editor Mongabay Indonesia
- Evi Mariani, Project Multatuli
