BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Pesta Media AJI Jakarta - ECPv6.15.18//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://pestamedia.id
X-WR-CALDESC:Events for Pesta Media AJI Jakarta
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20260411T123000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20260411T143000
DTSTAMP:20260416T135015
CREATED:20260405T172831Z
LAST-MODIFIED:20260408T214516Z
UID:187-1775910600-1775917800@pestamedia.id
SUMMARY:10 tahun Perjalanan YIARI Mengungkap dan Melawan Perdagangan Ilegal Kukang di Indonesia
DESCRIPTION:Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas dengan kekayaan fauna yang luar biasa. Namun\, keanekaragaman ini menghadapi ancaman serius\, salah satunya adalah perdagangan ilegal satwa liar (PISL). Kukang (Nycticebus spp.)\, sebagai primata nokturnal endemik Indonesia\, menjadi salah satu korban utama dari praktik ini. Meskipun dilindungi oleh hukum nasional dan terdaftar dalam Appendix I CITES\, kukang tetap menjadi objek perdagangan sebagai hewan peliharaan eksotik.  \nYIARI melalui laporan yang berjudul Keluar dari Bayang Bayang berhasil mendokumentasikan tren menurun perdagangan kukang sebagai hasil dari implementasi pendekatan holistik yang mencakup penegakan hukum\, penyediaan pusat rehabilitasi\, serta edukasi publik. Laporan ini merupakan hasil dari pemantauan selama lebih dari satu dekade dan menyajikan data komprehensif tentang dinamika\, pelaku\, serta dampak intervensi terhadap perdagangan kukang di Indonesia.  \nGuna memperluas dampak dari laporan ini\, kegiatan diseminasi penting diselenggarakan sebagai sarana untuk menggaungkan temuan strategis agar dapat diadopsi secara luas oleh para pemangku kepentingan lintas sektor. Mengusung tema “Keluar dari Bayang-bayang: Strategi Kolaboratif Menghentikan Perdagangan Kukang”\, kegiatan ini merefleksikan urgensi untuk menarik isu perdagangan ilegal dari ranah tersembunyi ke pusat perhatian publik\, sekaligus menegaskan bahwa solusi tunggal tidaklah cukup; diperlukan pendekatan kolektif yang terkoordinasi secara presisi demi mengakhiri praktik ini selamanya.  \n  \nNarasumber:⁠ \nRudianto Saragih Napitu\, S.Si\, M.Si (Direktur Penindakan Pidana Kehutanan\, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum\, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia) \nDr. Ahmad Munawir\, S.Hut.\, M.Si (Direktur Konservasi Spesies dan Genetik\, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem\, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia) \nFarwiza Farhan (Aktivis Lingkungan) \nNani Afrida (Ketua Umum AJI Indonesia) \nTautan Registrasi
URL:https://pestamedia.id/event/diseminasi-buku-mengungkap-dan-melawan-perdagangan-ilegal-kukang-indonesia/
LOCATION:Teater Wahyu Sihombing
CATEGORIES:Talkshow
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20260411T123000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20260411T134500
DTSTAMP:20260416T135015
CREATED:20260405T173129Z
LAST-MODIFIED:20260408T205157Z
UID:189-1775910600-1775915100@pestamedia.id
SUMMARY:Ketergantungan Batubara dan Tantangan Transformasi Ekonomi Daerah
DESCRIPTION:Dalam beberapa tahun terakhir\, produksi batubara Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan bahkan mencetak rekor baru. Produksi mencapai sekitar 775\,2 juta ton pada tahun 2023 dan meningkat menjadi sekitar 836 juta ton pada tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh relatif stabilnya harga batubara internasional serta tingginya permintaan ekspor dari negara-negara konsumen utama seperti Tiongkok dan India. Dengan lebih dari 60 persen produksi batubara Indonesia ditujukan untuk pasar ekspor\, sektor ini menjadi salah satu penopang penting penerimaan negara sekaligus ekonomi daerah penghasil batubara (Kompas\, 2025). \nNamun\, dinamika pasar global mulai menunjukkan perubahan sejak awal tahun 2025. Harga batubara internasional mengalami penurunan dan bahkan sempat berada di bawah 100 dolar Amerika Serikat per ton. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan negara konsumen utama seperti Tiongkok dan India yang meningkatkan produksi batubara domestik mereka untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Perubahan strategi energi negara-negara tersebut memberi tekanan terhadap negara pengekspor batubara\, termasuk Indonesia. \nDi sisi lain\, kebijakan pengurangan kuota produksi juga menimbulkan implikasi bagi negara-negara Asia yang selama ini sangat bergantung pada impor batubara dari Indonesia\, seperti Filipina\, Bangladesh\, dan Vietnam. Penurunan pasokan dari Indonesia berpotensi menimbulkan tekanan pada harga dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi di negara-negara tersebut (Kontan\, 2026). Meski demikian\, dampak yang muncul tidak serta-merta berupa gangguan listrik secara langsung\, melainkan lebih pada penyesuaian harga energi dan strategi pengadaan energi mereka. \nSituasi ini sekaligus membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai masa depan ekonomi di daerah-daerah penghasil batubara di Indonesia. Ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor pertambangan membuat wilayah-wilayah tersebut rentan terhadap fluktuasi harga komoditas dan perubahan kebijakan energi global. Oleh karena itu\, transformasi ekonomi menjadi isu penting agar daerah-daerah tersebut dapat mempersiapkan diri menghadapi perubahan struktur ekonomi di masa depan. \nIESR menilai dinamika ini dapat menjadi momentum untuk mempercepat transisi energi di kawasan Asia maupun di Indonesia. Diversifikasi bauran energi\, percepatan pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin\, peningkatan efisiensi energi\, serta penguatan sistem jaringan listrik dan penyimpanan energi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan energi. Ketergantungan pada satu sumber energi atau satu negara pemasok berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang. \nBagi Indonesia\, khususnya daerah penghasil batubara\, transformasi ekonomi tidak hanya terkait dengan pengurangan produksi komoditas\, tetapi juga dengan bagaimana menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan. Pengembangan industri energi terbarukan\, hilirisasi industri\, penguatan sektor ekonomi lokal\, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari proses tersebut (IESR\, 2023).  \nOleh karena itu\, diskusi tematik mengenai transformasi ekonomi di daerah penghasil batubara menjadi sangat relevan untuk mendorong dialog antara pemerintah\, pelaku industri\, akademisi\, dan masyarakat sipil. Diskusi ini diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan\, peluang\, serta strategi kebijakan yang diperlukan agar proses transformasi ekonomi dapat berjalan secara adil\, berkelanjutan\, dan mampu menjaga kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil batubara. \n  \nNarasumber: \nAryanto Nugroho (Koordinator Nasional Publish What You Pay (PWYP) Indonesia) \nSuraya Abdul Wahab Affif (Dosen/Peneliti Senior\, Departemen Antropologi\, FISIP Universitas Indonesia) \nMartha Jesica Solomasi Mendrofa (Manajer Riset Kebijakan dan Transisi Berkeadilan\, IESR). \n  \nModerator: \nDewi Nurita (AJI Jakarta) \n  \nTautan Registrasi
URL:https://pestamedia.id/event/ketergantungan-batubara-dan-tantangan-transformasi-ekonomi-daerah/
LOCATION:Studio Tari Tradisi
CATEGORIES:Talkshow
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20260411T120000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20260411T133000
DTSTAMP:20260416T135015
CREATED:20260405T173506Z
LAST-MODIFIED:20260408T204351Z
UID:193-1775908800-1775914200@pestamedia.id
SUMMARY:The Power of Storytelling in Personal Branding
DESCRIPTION:
URL:https://pestamedia.id/event/personal-branding-jurnalis/
LOCATION:Promenade
CATEGORIES:Workshop
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20260411T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20260411T113000
DTSTAMP:20260416T135015
CREATED:20260405T170313Z
LAST-MODIFIED:20260408T214814Z
UID:178-1775901600-1775907000@pestamedia.id
SUMMARY:Lensa Terpinggirkan: Suara Jurnalis Perempuan dalam Krisis Iklim dan Kelompok Rentan
DESCRIPTION:Krisis iklim bukan sekadar fenomena sains tentang kenaikan suhu bumi atau mencairnya es di kutub; ia adalah krisis kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlapis. Di tengah narasi besar mengenai kebijakan energi dan target karbon global\, sering kali terdapat suara-suara yang terabaikan di akar rumput. Kelompok rentan—termasuk perempuan\, masyarakat adat\, penyandang disabilitas\, dan anak-anak—adalah pihak yang paling pertama dan paling dalam merasakan dampak kerusakan lingkungan\, namun ironisnya\, suara mereka paling jarang muncul di halaman depan media massa. \nDalam praktiknya\, jurnalis perempuan sering kali berada di garis depan dalam melaporkan dampak krisis lingkungan yang bersinggungan dengan isu-isu sosial. Mereka mendokumentasikan bagaimana hilangnya sumber daya alam mereduksi hak-hak dasar\, mengancam kedaulatan pangan\, hingga memicu konflik agraria yang berdampak pada struktur keluarga dan komunitas. Meski demikian\, jurnalis yang meliput isu lingkungan di lapangan kerap menghadapi tantangan berlapis\, mulai dari risiko keamanan fisik di wilayah konflik hingga hambatan struktural dalam ruang redaksi. \nSelain itu\, jurnalis perempuan yang meliput isu lingkungan juga menghadapi tantangan ganda: risiko keamanan di lapangan saat berhadapan dengan konflik agraria\, serta beban domestik dan stigma yang masih melekat di industri media. Oleh karena itu\, diperlukan sebuah ruang refleksi untuk mendiskusikan bagaimana jurnalisme dapat menjadi alat advokasi yang sensitif gender dan inklusif bagi kelompok marjinal. \nTalkshow ini hadir sebagai bagian dari rangkaian acara Pesta Media AJI Jakarta 2026. Pesta Media kali ini mengambil peran aktif dalam mengarusutamakan isu lingkungan. Melalui diskusi ini\, AJI Jakarta berkomitmen untuk memperkuat solidaritas antar-jurnalis\, meningkatkan kualitas liputan lingkungan yang berdampak\, serta memastikan bahwa kelompok rentan tidak lagi hanya menjadi objek berita\, melainkan subjek yang suaranya didengar secara utuh. \nTujuan \n\nBerbagi pengalaman “di balik layar” jurnalis perempuan saat meliput isu lingkungan\nMendorong narasi media yang lebih inklusif dan sensitif gender dalam isu lingkungan.\n\nNarasumber \n\nNany Afrida\, Ketua AJI Indonesia\nSapariah Saturi\, Managing Editor Mongabay Indonesia\nEvi Mariani\, Project Multatuli \n\nTautan Registrasi
URL:https://pestamedia.id/event/lensa-terpinggirkan-suara-jurnalis-perempuan-dalam-krisis-iklim-dan-kelompok-rentan/
LOCATION:Teater Wahyu Sihombing
CATEGORIES:Talkshow
END:VEVENT
END:VCALENDAR